Boneka Tanpa Nama yang Membawa Kutukan Keluarga
Di sebuah desa SESETOTO LOGIN yang tenang, berdirilah sebuah rumah tua milik keluarga Pak Surya. Rumah itu telah diwariskan secara turun-temurun selama beberapa generasi. Namun, keluarga tersebut menyimpan sebuah rahasia yang tidak pernah mereka ceritakan kepada siapa pun.Di dalam sebuah lemari kayu tua di ruang belakang, terdapat sebuah boneka perempuan tanpa nama. Boneka itu mengenakan gaun putih yang sudah kusam dan memiliki rambut hitam panjang. Tidak ada seorang pun yang tahu dari mana asal boneka tersebut.
Sejak kecil, Pak Surya selalu dilarang membuka lemari itu oleh ayahnya.
Jangan pernah menyentuh boneka itu, pesan ayahnya. Karena siapa pun yang membawanya keluar akan membawa kesialan bagi keluarga.
Namun, seiring berjalannya waktu, cerita itu mulai dilupakan.
Suatu hari, putri Pak Surya yang bernama Dina sedang bermain di ruang belakang. Ia menemukan kunci lemari yang tergantung di dinding.
Karena penasaran, Dina membuka lemari tersebut.
Kreeek...
Di dalamnya, ia melihat boneka bergaun putih itu.
Boneka sesetoto itu tampak tua, tetapi wajahnya masih terlihat jelas. Matanya yang besar seakan sedang menatap siapa saja yang melihatnya.
Dina merasa boneka itu cantik dan membawanya ke kamar.
Malam harinya, ia meletakkan boneka tersebut di atas meja belajar.
Keesokan paginya, boneka itu sudah berada di atas tempat tidur.
Dina mengira ibunya yang memindahkannya.
Namun, ibunya menggeleng.
Aku tidak menyentuh boneka itu, jawabnya.
Malam berikutnya, kejadian aneh mulai terjadi.
Jam dinding berhenti tepat pukul dua belas malam.
Lampu di kamar Dina berkedip-kedip.
Kemudian terdengar suara pelan.
Tok...
Tok...
Tok...
Seperti langkah kaki kecil.
Dina terbangun dan melihat ke arah meja.
Boneka itu sudah tidak ada.
Tubuhnya langsung gemetar.
Saat SESETOTO MASUK ia menoleh ke arah pintu, boneka itu sedang duduk di sana.
Matanya tampak mengarah lurus kepadanya.
Dina menjerit dan memanggil orang tuanya.
Pak Surya segera datang dan melihat boneka itu.
Wajahnya mendadak pucat.
Ia langsung teringat pesan ayahnya.
Keesokan harinya, ia pergi menemui bibinya yang paling tua untuk menanyakan asal-usul boneka tersebut.
Bibinya menghela napas panjang.
Lama sekali aku tidak mendengar tentang boneka itu, katanya.
Kemudian ia mulai bercerita.
Puluhan tahun lalu, buyut mereka menemukan boneka tersebut di pinggir jalan saat pulang dari pasar.
Karena merasa kasihan, ia membawa boneka itu ke rumah.
Namun sejak hari itu, berbagai kejadian aneh mulai terjadi.
Usaha keluarga mengalami kerugian.
Beberapa anggota keluarga jatuh sakit.
Bahkan ada yang meninggal secara mendadak.
Akhirnya, seorang tetua SESETOTO LINK desa menyarankan agar boneka itu disimpan di dalam lemari dan tidak pernah dikeluarkan lagi.
Sejak saat itu, keadaan keluarga perlahan membaik.
Mendengar cerita tersebut, Pak Surya merasa sangat khawatir.
Malam berikutnya, hujan turun sangat deras.
Tiba-tiba listrik padam.
Kemudian terdengar suara langkah kecil dari lorong.
Tok...
Tok...
Tok...
Suara itu semakin mendekat.
Pak Surya membuka pintu kamar.
Tidak ada siapa pun.
Namun, di ujung lorong terlihat boneka tanpa nama itu sedang berdiri.
Petir menyambar.
Sesaat kemudian, boneka itu tampak lebih dekat.
Terdengar suara pelan seperti bisikan.
Aku tidak ingin sendiri...
Pak Surya langsung menutup pintu dan memeluk keluarganya.
Keesokan paginya, mereka memutuskan mengembalikan boneka itu ke dalam lemari tua.
Sebelum lemari ditutup, Pak Surya melihat sebuah tulisan kecil di bagian belakang boneka.
Tulisan itu sudah hampir pudar dan tidak dapat dibaca dengan jelas.
Tidak ada yang mengetahui nama boneka tersebut maupun siapa pemilik pertamanya.
Sejak boneka itu dikembalikan ke lemari, kejadian aneh di rumah mereka perlahan menghilang.
Namun, hingga kini tidak ada seorang pun di keluarga itu yang berani membuka lemari tersebut lagi.
Karena mereka percaya, boneka tanpa nama itu masih berada di dalam sana, menyimpan kutukan yang suatu saat bisa kembali jika ada yang berani membawanya keluar.